Penulis : Ukhti Filda

Ilustrasi : Lintasjatim.com


10 Muharram adalah hari yang sangat istimewa dan hari yg diagungkan. Kenapa disebut dengan as-Syura? Ini diambil dari kata al-asyir yg berarti hari kesepuluh. 

Kenapa hari itu termasuk hari yang istimewa? Karena di hari itu banyak peristiwa besar yang terjadi sebagaimana banyak diriwayatkan dalam sejarah.

Di antaranya: 

  1. Diterima taubatnya nabi Adam AS. Diangkatnya nabi Idris As. ke langit. Berlabuhnya perahu nabi Nuh As. di bukit Zuhdi. Diselamatkannya nabi Ibrahim AS. dari pembakaran raja Namrud.
  2. Allah menurunkan kitab Taurat kepada nabi Musa As. Ditenggelamkannya Fir'aun dan tentaranya. Diselamatkannya nabi Musa dan pengikutnya dari Firaun.
  3. Dibebaskannya nabi Yusuf As. dari penjara. Penglihatan nabi Ya'kub yang kabur dipulihkan. Nabi Ayyub As. dipulihkan dari penyakit kulit yang dideritanya.
  4. Nabi Yunus As. dikeluarkan dari perut ikan paus. Diterimanya taubat nabi Daud As. Nabi sulaiman dikarunia kerajaan yang besar.
  5. Hari pertama Allah menciptakan alam semesta dan isinya. Hari pertama Allah menurunkan rahmat. Hari pertama Allah menurunkan hujan.
  6. Allah menciptakan Arsy. Allah menciptakan lauhil mahfudh. Allah menciptakan Malaikat Jibril. Allah mengangkat Nabi Isa ke langit. Dan banyak peristiwa-peristiwa lainnya yang terjadi pada tanggal 10 Muharram seperti meninggalnya Sayyidina Husain. Menikahnya Siti Fatimah. Dan diciptakannya ruh Rasulullah.

Maka dari itu kita dianjurkan untuk memperbanyak amalan- amalan dan ibadah. Juga  melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan.

Kebaikan yang masyhur dilakukan pada 10 Muharram  yaitu: berpuasa, faidahnya akan dihapus dosa-dosanya selama satu tahun yang telah berlalu. Berpuasa yang dianjurkan oleh Rasulullah mulai tanggal 9 sampai 11, kalau tidak mampu 9-10. Hal tersebut agar tidak seperti puasanya orang Yahudi, karena di tanggal 10 Muharram orang- orang Yahudi juga berpuasa sebagai rasa syukur diselamatkannya nabi Musa dari Firaun.

Bersedekah kepada anak yatim sambil mengusap kepalanya, bersilaturrahmi, bertawassul kepada keluarga, memotong kuku, mandi besar, bercelak, ta'ziyah kubur, berkumpul dengan orang alim, membaca doa حسبن الله نعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير  70x, dan membaca do'a Asyura' (11x). 

Hal ini pun dijelaskan  dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً

“Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya“.

Terkait “mengusap kepala anak yatim” dalam hadis di atas, sebagian ulama mengartikannya sebagai makna hakiki (mengusap kepala dengan tangan), dan sebagian lainnya mengartikan sebagai makna kinayah (kiasan).

Namun di hari itu juga ada kebiasaan yang menyimpang yang dilakukan oleh kaum Syiah Rafidhah. Mereka menyakiti badannya sendiri dengan menggunkan rantai, bahkan anak kecil juga didatangkan dan dilukai juga, alasannya mereka melakukan hal itu karena biar mereka juga merasakan apa yang dirasakan oleh Sayyidina Husain. 

Putra Ali bin Abi Thalib itu dibunuh pada tanggal 10 Muharram tahun 61 hijriah. Jika seperti itu yang terjadi maka bulan Muharram bukan lagi bulan yang diharapkan tapi bulan yang ditakuti.

0Comments

Previous Post Next Post

ads