Penulis : Nadira


Pagi ini, hati saya tersakiti. Sudah bela-belain begadang, klub yang saya dukung harus kandas. Yang bikin semakin tak enak hati tentu kekalahan yang teramat telak. Skor 2-8. Barcelona tertunduk malu.

Hal lain yang membuat kekalahan ini semakin lengkap: kehadiran Coutinho, pemain yang dipinjamkan Barcelona kepada Muenchen. Peminjaman yang nampaknya tak akan membuatnya kembali lagi ke Barcelona. Sebab rumornya, jika Muenchen tak menginginkan Coutinho, ia nampaknya bakal berlabuh ke klub lain.

Cou, begitulah dulu panggilan sayang fans Barca kepada Coutinho, dalam pertandingan tadi pagi melawan mantan timnya, dimainkan kurang lebih 15 menit terakhir. Tapi dalam durasi yang pendek itu, sang mantan justru bermain apik dan menyumbangkan satu asist plus dua gol terakhir ke gawang Barcelona.

Cou, apa yang kamu lakukan itu jahat. Kami semula tertinggal 2-5, dan berharap mengejar ketertinggalan itu, tapi kau malah datang dengan satu assist dan dua golmu yang membuat kami semakin menderita.

Dari sisi Cou, memang ia mantan yang rasanya paling tersakiti. Semula, ia berharap sekali jadi bagian dari Barcelona. Tapi lalu di Barca, ia seperti tak memperoleh posisi bermain yg difavoritkannya. Lalu ia sering tampil kurang apik, disoraki fans-nya sendiri, disebut pemain yg suka baper, dan lalu ia memilih pergi dari Barca. 

Keputusan Cou pergi dari Barca tentu membuat sebagian fans-nya sedih. Aku adalah sebagian yang merasakan kesedihan itu. Tapi benar juga kata orang-orang yang patah hati: untuk apa mempertahankan suatu hubungan yang sudah tak saling membahagiakan. Cou tak bahagia di Barca. Barca tak mendapatkan performa terbaik Cou. Putuslah kisah cinta mereka.

Dan pagi ini, saat Muenchen menghancurkan Barcelona dengan skor telak itu, seolah menjadi ajang pembuktian bagi Cou, sang mantan: Barca, tanpamu, jauh darimu, aku baik-baik saja. Ini dua gol untukmu. Hadiah perjumpaan kita. Setelah ini, mungkin aku akan melanjutkan petualanganku yang lain.

Tapi tadi pagi, Cou tak menunjukkan selebrasi yang berlebihan. Bagi saya, itu menunjukkan Cou masih berusaha menjaga hati sang mantan. 


Sehat selalu untukmu, Cou.

0Comments

Previous Post Next Post

ads