Penulis: Ben Yowes



Dulu aku pernah tinggal di kosan di salah satu jalan di Jember. Jalan Halmahera. Cerita soal keangkeran kosan itu dimulai dari kejadian seorang perempuan yang kerasukan. Perempuan itu adalah kawan dari kawanku. Perempuan itu biasa silaturrahmi dengan kawan-kawannya yang lain.

Suatu sore, tiba-tiba dia kerasukan. Aku - yang tak punya pengalaman Ruqiyah – jelas kebingungan. Untungnya, salah satu seniorku – entah dia punya pengalaman Ruqiyah atau tidak – nampak komat-kamit dan memperagakan seperti seorang sakti yang bisa mengusir jin yang merasuk ke dalam tubuh perempuan itu.

Saat seniorku sedang memperagakan kemampuan ruqiyahnya, saya berdiri di muka pintu kosan. Perempuan yang kerasukan jin itu terus meronta-ronta. Dipegangi oleh kawan-kawannya. Perempuan itu sambil teriak-teriak, dan dari mulutnya berbagai macam kata-kata yang aneh. Soal hantu. Kadang dia menunjuk titik tertentu di kosan ini sebagai tempat hantu. Di titik yang lain, dia bilang ada seorang perempuan. Pokoknya aneh-aneh.

Aku sendiri tak bisa lama-lama di muka pintu. Seniorku – yang memperagakan keahliannya meruqiyah seseorang – membuatku bertanya-tanya: apa benar dia mampu mengusir jin? Sejak kapan seniorku ini bisa mengusir jin? Kadang aku ingin tertawa menyaksikan saat-saat ia berkomat-kamit, membaca macam-macam doa, dan surat-surat lainnya, dan pada saat ia mengangkat tangannya dan mengarahkan pada kepala perempuan yang kerasukan itu.

Karena tak tahan oleh godaan untuk tertawa, saya menjauh dari kejadian itu. Sore itu, ruqiyah berlangsung dengan baik. Tak lama si perempuan itu sembuh. Tapi berkat kejadian itu, maka cerita-cerita misterius di masa lalu bermunculan.

Ceritanya begini ~~~

Kosan ini rupanya dulu adalah sebuah daerah yang dipenuhi dengan rerimbunan. Banyak pohon besar. Di salah satu pohon besar ini – yang rupanya ditebang habis untuk pembangunan kosan Halmahera ini – dulunya dipercaya sebagai tempat nongkrongnya hantu seorang perempuan.

Mungkin hantu perempuan ini marah sebab pohon tempatnya ditebang, maka akhirnya ia sering datang menampakkan diri dan mengganggu para penghuni kosan generasi awal.

Datangnya hantu perempuan ini tentu saja misterius. Tidak mengetuk pintu dulu. Pokoknya, tiba-tiba di tengah malam hantu itu sudah duduk di kamar salah satu penghuni kosan yang sedang tertidur. Saat si penghuni terbangun, hantu itu menyapa mereka. 

Bayangkan kalian sebagai penghuni kosan yang tiba-tiba terbangun di tengah malam dan di sampingnya sudah duduk seorang perempuan yang tak lain adalah hantu? Jika itu adalah aku, mungkin aku akan segera kabur, berteriak, atau pura-pura pingsan sambil berdo’a? Entahlah aku juga bingung di situasi disapa perempuan hantu.

Hampir semua yang pernah ngekos di tempat itu punya cerita-cerita yang serupa: didatangi hantu perempuan. Dari mana asal mula hantu perempuan ini?

Tak ada kabar yang pasti. Tapi salah satu versi cerita yang berkembang dulu menyebutkan bahwa konon, ada seorang mahasiswi yang bunuh diri. Perempuan ini hamil. Ditinggal kekasihnya. Lalu memilih bunuh diri.

Lokasi bunuh dirinya tentu saja bukan di daerah kos-kosanku berdiri, tapi di tempat lain. Jaraknya tak terlalu jauh. Tapi rupanya lokasi kosanku ini, yang dulunya rerimbunan (dan banyak pohon besar) jadi lokasi favorit hantu perempuan ini.

Saat tinggal di kosan ini, aku sudah termasuk generasi ke sekian. Jadi, tak ada lagi cerita tentang hantu perempuan yang biasa datang di tengah malam dan menyapa para penghuni kosan. Mungkin hantu perempuan itu sudah bosan untuk datang lagi. Atau mungkin bapak kosan sudah meminta sang hantu untuk tak mengganggu para penghuni kosan melalui mantra-mantra dari orang sakti.

Meskipun begitu, perempuan yang kerasukan sore itu bilang kalau di loteng kosan, dekat tandon, tiap malam di situ ada sosok yang suka duduk-duduk di sana. Siapakah sosok itu?

0Comments

Previous Post Next Post

ads