Penulis: Azhar Azizah
SITI

Suaraku yang mulai parau
Nyanyiku yang sunyi risau
Menjerat debur dan lebur
Menyingkap tabir dan tabur
Mengkawal langit mendung
Menghalau euphoria yang berkabung

Paradoks itu
Dibungkam
Ditutupi
Disumbati
Menjadi elegi
Menjadi inersia lirih

Senyumku yang kaku
Hatiku yang beku
Semburat mataku yang pilu
Bibirku yang bisu
Membasuh kabut kelam
Dalam abang malang
Tanganku terkepal
Pekikku menebal
Hatiku risau
Gemetar mengikis rapuh
Ingin melawan air payau
Dalam terjang aral

Kerongkongan yang kadang tercekat
Sepasang bola mataku yang berkaca linang
Senyuman dusta yang menista
Nafasku yang melekat pengap
Mengejekku dalam kekosongan
Dalam idiom kepura-puraan
Pada semerbak utopia kemanusiaan

Andaikan dunia seperti rahim ambu
Ada kehidupan yang terbentang
Merekatkan yang rapuh
Melindungi bilur pilu
Aku, meringis ngilu.



ILALANG

Daun-daun yang bergoyang mesra
Tangan-tangan telanjang
Mawar merah yang merekah
Janji-janji yang berserakan
Keadilan yang menggembirakan
Sorak-sorai, hanya utopia lalu-lalang

Mata perisai itu
Menatap lekat
Menatap harap
Coklat pekat
Ada derita yang menyekat
Di sebrang sana
Ada seseorang
Dengan kupingnya yang tebal
Suara Tuhan yang di jegal
Gema-gema hanya berlalu-lalang
Kemanusiaan hanya rumput ilalang

Kemerdekaan itu hanya utopia
Derita tetap menjadi duka lara
Sapuan nyanyi malam yang menggema
Terombang penantian
Terombang kemunafikan
Orang malang menunggu masa depan
Letvian tertawa riang
Malang..
0Comments

Previous Post Next Post

ads