Puisi Alim




Tidak Ada Koran Hari Ini (?)

Tidak ada koran hari ini?

Desa ini,
penuh sekelumit
persoalan dan pertanyaan
seorang penyair yang hilang.

Tentu, tentang majalah, koran,
politik, koruptor, bahkan seabrek
persoalan kemiskinan.

Sungguh tak ada keindahan
yang begitu menarik untuk dihias
seperti alam Kota Jakarta.

Lonceng-lonceng Gereja bergema
menggerogoti khayalan semu seorang jemaat.

Anjing-anjing liar bergonggong
seolah terpasung leher dan kakinya
memberi 'pesan', bahwa desa ini
tak ada peradaban -perkembangan
pengetahuan dunia.

Sungguh mata ini tertutup,
pikiran terpenjara
dan tersisa tubuhku yang kerontang.

Alangkah jalang
penyair yang hilang,
membeku di atas tungku api
yang telah meredup.

Toraja, 2020





Penjara Alam

Di hadapan lorong-lorong melingkung
Di hadapan pohon-pohon yang gugur
Di hadapan kerikil-kerikil yang mengeras
Di hadapan suara badai yang lenyap
Di hadapan Api semangat yang redup
Owh..... Begitu hampa !!

Hidup adalah kegelapan yang agung
Sia-sia mengenang 'cinta' tanpa
sebuah terang fajar dari ufuk timur.

Lihatkah aku
yang samar-samar memaknainya.
Lihatkah aku
yang sukar dijadikan budak upah
Kadang tak berguna dan membingungkan
Hilang kebebasan hidup
Menjelma keras batu, tanpa
Sebuah kesangsian jiwa.

Toraja,2020 



Pulang

Nak, Pulang!
Nak, Pulang!
Suara itu tiba-tiba keluar
Dari kepulan asap rokok,

Nak, kenapa kau begitu lama
Nak, kenapa kau begitu jauh
Suara itu mencekik nafasku

Dan aku terbangun dari got
bahwa aku terlalu lama asing
Di desa orang.

Toraja, 2020



0Comments

Previous Post Next Post

ads