Dok/Pribadi

Sesi pembuka diskusi untuk membedah buku “Perubahan Sosial Dalam Masyarakat Agraris Madura 1850-1940” Karya Kuntowijoyo yang diadakan oleh Formad (Forum Mahasiswa Madura) Jabodetabek, telah selesai diselenggarakan. Sesi pembuka diskusi tersebut dimoderatori oleh Fauzan Nur Ilahi dan Hodari Mahdan Abdallah (Cendekiawan Muda NU) sebagai pemantiknya.

Karena hal ini adalah diskusi pembuka, Hodari Mahdan Abdallah, selain juga membahas perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat agraris Madura di akhir, di depan ia juga menjelaskan salah satu cara penting dan krusial untuk membedah buku, terlebih karya Kuntowijoyo yang serius menggali tentang Madura yang berjumlah lebih dari 600 halaman ini. Yaitu dengan cara mengetahui sebuah sistematisasi penulisan Ilmiah dan Filsafat ilmu sebagai pisau analisisnya untuk menghindari kesesatan berpikir.

Dengan mengetahui sistematisasi penulisan ilmiah, kita akan tahu kenapa buku tersebut ditulis yang terdapat dalam latar belakang, apa fokus permasalahan penelitian yang diangkat yang ada dalam rumusan masalah dan apa tujuan penulisan dalam buku tersebut yang ada pada tujuan masalah dalam penulisan ilmiah.

Ketika sistematisasi penulisan sudah kita ketahui, kita akan tahu pentingnya membaca sebuah pendahuluan dalam sebuah buku sebelum ke permasalahannya agar terhindar dari kesesatan berpikir.

Selain dari sistematisasi penulisan, Filsafat Ilmu juga sangat diperlukan dalam membedah buku yang bersifat saintifik seperti karya Kuntowijoyo tersebut. Karena dengan mempelajari filsafat ilmulah orang akan mengetahui perbedaan apa itu ilmu dan apa itu pengetahuan, untuk memberikan sistematika berpikir yang benar.
0Comments

Previous Post Next Post

ads