Ilustrasi Ainul Yaqin

Puisi oleh Moh. Alim

Engkau kata aku telah bunuh diri
di hadapan hidup suatu hayat yang tak pupus
tentu, itu adalah kecemburuan sajak-sajakmu.

Bukan aku, anjingnya sehingga kehidupan di sini
Kau sebut-sebut layaknya hutan yang tak ada keajaiban.

Kota besar itu membuat orang-orang remuk
dan jatuh ke tepi jurang. Bahkan ketenangan terdengar remeh
dari mulut-mulut badut berkepala babi.

Engkau kata aku telah bunuh diri
akibat kebiadaban di luar sana
sungguh aku sedang meratap kemerdekaan
yang terbahak-bahak.

Ketika aku telah menyatu kedalam semesta
Tinggallah sebuah sajak-sajak di hadapan
burung-burung terucuk dan kutilang
dan aku hidup selamat menempuh segala,
atau aku terbangun dari liang batu
dari sebuah khayalan kegilaan masa muda.

(2021)
0Comments

Previous Post Next Post

ads