Oleh: Rahman SA

(Ilustrasi oleh: Ainul Yakin)

Ini kepalaku untuk kau belah
Ini dadaku untuk untuk kau hantam
Ini perutku untuk kau koyak

Isi kepalaku takkan beraroma apapun
Sebab jauh sebelum itu, dia terlahir sebelum nafasmu
Pada dadaku tak mungkin tanpa detak
Walau kau hantam sampai retak
Dan di perutku tak mungkin ada cemburu
Walau kau rampas nadiku dengan peluru

Keberadaan masih kelabu dalam debu
Dan keberadaan itu tak jauh berbeda
Bila dipandang mata
Ataupun hadir dalam realita
Sebab ia masih terpuruk
Dalam gelembung ilusi cipta
yang mana berbeda 
Saat berdaa dikepekatan sunyi
Pada riadah-riadah bumi
Menuju yang tertinggi

(Ajung, 6 Juni 2018)
0Comments

Previous Post Next Post

ads