K.H. Qomaruddin Burhan, Pelopor Pendidikan Berbasis Pesantren di Dempo Barat

Table of Contents

 

K.H. Qomaruddin Burhan
Ilustrasi: Ainul Yaqin

K.H. Qomaruddin adalah sosok penting di balik kehadiran pendidikan berbasis pesantren di Desa Dempo Barat. Ia menjadi pelopor pendidikan di desa tersebut. Salah satu 'legacy'-nya di dunia pendidikan di desa itu adalah keberadaan Pesantren Al-Falah, pesantren yang memadukan sistem pendidikan salafiyah dan modern di Dempo Barat. Inilah selengkapnya!

*

Dempo Barat adalah salah satu dari sembilan desa yang ada di Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Desa ini berbatasan dengan Batu Kerbuy di sebelah utara, Bindang dan Dempo Timur di sebelah Timur, Sana Daja dan Sana Tengah di sebelah selatannya, dan Tlonto Raja di sebelah barat (Pasean dalam Angka 2021). Desa ini terdiri dari 10 dusun dan Data BPS Pasean 2020 menyebutkan bahwa jumlah penduduknya sebesar 6.171 jiwa.

Meskipun desa ini jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pamekasan, berada di ujung timur bahkan berbatasan dengan Kabupaten Sumenep, namun perkembangan pendidikan di desa ini begitu pesat. Terutama pendidikan yang digerakkan oleh atau berbasis pesantren. Hingga saat ini, kurang lebih ada 2-3 pesantren di desa ini, dengan yang tertua Pesantren Al-Falah yang dipelopori oleh K.H. Qomaruddin Burhan.

Sumber Baru Al-Falah, Mencerahkan Lewat Pendidikan

Saat ini, kita boleh menyebut bahwa Dempo Barat kini adalah sebuah kawasan pedesaan yang asri dengan kehidupan masyarakat yang kental dengan nilai-nilai religius. Ditandai peran aktif pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat desa ini. Salah satunya Pesantren Sumber Baru Al Falah, yang didirikan oleh K.H. Qomaruddin Burhan, telah memainkan peran penting dalam membentuk tatanan sosial di desa ini melalui pendidikan agama yang kokoh.

Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam di Indonesia yang mengajarkan berbagai disiplin ilmu agama Islam. Selain memberikan pendidikan agama, pesantren juga berfungsi sebagai pusat pembinaan moral dan etika bagi santri-santrinya. Pendidikan di pesantren mencakup pengajaran kitab-kitab klasik Islam, pembinaan karakter, serta pelatihan keterampilan yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Meskipun pesantren secara umum telah menyebar luas di Indonesia, untuk kasus spesifik pendidikan berbasis pesantren di desa ini, dapat dikatakan terbilang masih muda. Pesantren Al-Falah, yang kurang lebih usianya 30-40 tahun, masih tercatat sebagai pesantren tertua yang membawa semangat pendidikan Islam dan kini dikombinasikan dengan pendidikan modern. Sebab itu, dapat dikatakan Al-Falah adalah pesantren pertama di Desa Dempo Barat yang membuka jalan pendidikan pesantren dan kini juga mengombinasikannya dengan pendidikan modern.

Sekilas Perjalanan Sang Pelopor

Di balik semangat mencerahkan warga masyarakat Desa Dempo Barat dan sekitarnya melalui kehadiran Pesantren Al-Falah, tercatatlah nama K.H. Qomaruddin Burhan sebagai sang pelopor, sosok yang mendedikasikan dirinya untuk pendidikan hingga akhirnya hayatnya. Beliau lahir di sebuah keluarga yang sangat taat beragama. Sejak kecil, beliau telah dibekali dengan pendidikan agama yang kuat dari keluarganya. Ayahnya adalah seorang tokoh agama terkemuka di daerahnya, yang menjadi teladan bagi K.H. Qomaruddin sejak kecil dalam mengembangkan kehidupan beragama.

K.H. Qomaruddin Burhan menempuh pendidikan berbasis pesantren di daerahnya. Beliau belajar langsung dari para ulama besar dan menguasai berbagai disiplin ilmu agama. Beberapa sumber menyebutkan, beliau belajar di Pesantren Sotabar dan kemudian Banyuanyar. Pengalaman keagamaan yang luas dan mendalam ini menjadi modal utama bagi beliau dalam mendirikan dan mengembangkan pesantren Sumber Baru Al-Falah.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, K.H. Qomaruddin Burhan kembali ke desanya dan mulai mengabdikan dirinya untuk mengembangkan pendidikan agama. Beliau mendirikan pesantren Sumber Baru Al-Falah dengan visi untuk mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan berpengetahuan luas dalam agama Islam. Saat beliau membuka pengajaran keagamaan, belum ada pesantren di Desa Dempo Barat tersebut. Sebab itu, di titik inilah beliau disebut sebagai sang pelopor.

Sebagai pelopor pendidikan pesantren di desanya, memang saat itu K.H. Qomaruddin Burhan mengembangkan pengajaran keagamaan secara bertahap. Mula-mula, beliau hanya membuka pengajaran keagamaan informal dengan murid atau santri yang sangat terbatas dan sedikit. Seiring waktu, pengajaran keagamaan itu berkembang dengan semakin besarnya warga yang berminat mengirimkan anak-anaknya untuk belajar agama. Alhasil, berdirilah Al-Falah sebagai pesantren sebagai tempat pengajaran agama dan seiring waktu membuka wadah-wadah untuk menampung pendidikan formal atau pendidikan modern.

Memadukan Pendidikan Keagamaan dan Pendidikan Modern

Dalam perkembangannya, K.H. Qomaruddin Burhan menyadari bahwa apa yang dibutuhkan masyarakat seiring dengan perkembangan zaman adalah pendidikan yang tidak hanya terbatas pada pemahaman kedalaman keagamaan. Tetapi lebih jauh, pendidikan umum dan keterampilan-keterampilan lainnya juga dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab itu, ia pun mengembangkan metode pengajaran yang inovatif dengan menggabungkan kurikulum klasik pesantren dengan pendidikan modern. Beliau memastikan bahwa santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki pengetahuan umum yang memadai.

Bukti nyata keberadaan pendidikan di Al-Falah saat ini, mulai dari jenjang TK/TKF, SD/SDF, MI, Diniyah, MTs, MA, dan SMK; juga terlihat dari kurikulum dan berbagai materi yang disajikan; keberadaan hirarki sistem penyelenggaraan pendidikan di sana; keterbukaan dengan berbagai sarana yang mendukung pendidikan seperti teknologi dan lainnya, dan lainnya. Pesantren Al-Falah juga sangat terbuka dan mendukung para lulusannya untuk melanjutkan ke berbagai perguruan tinggi. Bahkan terdengar isu, Al-Falah masih merencanakan upaya pembukaan perguruan tinggi. Tentu saja hal yang terakhir diharapkan benar-benar terwujudkan.

Selain kurikulum akademik, pesantren Sumber Baru Al-Falah juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan pelatihan keterampilan. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat santri dalam berbagai bidang, serta mempersiapkan mereka untuk terjun ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat, sebut saja Pramuka, Habsy Al-Banjari dan keterampilan lainnya.

Kontribusi Sosial K.H. Qomaruddin Burhan dan Al-Falah

Melalui pesantren, K.H. Qomaruddin Burhan telah berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat desa. Di luar sistem pengajaran yang diberikan di internal pesantren, K.H. Qomaruddin Burhan sendiri aktif di masyarakat dengan mengadakan berbagai program sosial dan kajian keislaman melalui majlis ta’lim dari masjid yang satu ke masjid lainnya, dari rumah ke rumah warga pada Jum’at dan Selasa, dan berbagai majelis keagamaan lainnya. Tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan batin masyarakat.

Di luar pendidikan kognitif, Pesantren Sumber Baru Al-Falah juga menjadi pusat pembinaan etika dan moralitas. Santri-santri dididik untuk menjadi individu yang berakhlak mulia dan berperan aktif dalam menjaga harmoni sosial di desa.

Wafatnya K.H. Qomaruddin Burhan membawa duka mendalam bagi santri dan masyarakat desa. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat dicintai dan dihormati, sehingga kepergiannya meninggalkan kesedihan yang mendalam di hati banyak orang. Pemakaman K.H. Qomaruddin Burhan menjadi momen penting di desa, di mana ribuan orang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan jasa beliau dalam kehidupan masyarakat desa.

Setelah wafatnya K.H. Qomaruddin Burhan, pesantren Sumber Baru Al-Falah terus berkembang. Keluarga dan para santri senior melanjutkan perjuangan melalui pengelolaan pesantren, meneruskan visi dan misi yang telah ditetapkan oleh almarhum. Keluarga K.H. Qomaruddin Burhan berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan pesantren. Mereka berkomitmen untuk meneruskan jejak beliau dalam memberikan pendidikan agama yang berkualitas dan memberdayakan masyarakat.

Kisah K.H. Qomaruddin Burhan menunjukkan betapa pentingnya peran seorang kyai dalam pembangunan sosial di masyarakat. Melalui pendidikan pesantren, seorang kyai dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk tatanan sosial yang harmonis dan beretika. K.H. Qomaruddin Burhan meninggalkan banyak pesan dan nilai-nilai berharga bagi santri dan masyarakat desa. Keikhlasan dalam berjuang, komitmen terhadap pendidikan, dan kepedulian terhadap sesama adalah beberapa nilai yang terus dikenang dan diimplementasikan oleh generasi penerusnya.

Penulis adalah seorang ASN Kementerian Agama, yang juga alumni pondok pesantren Sumber Baru Al-Falah

Rontal
Rontal Rontal.id adalah media online yang memuat konten seputar politik, sosial, sastra, budaya dan pendidikan.

Post a Comment