Keutamaan Dzulqo'dah, Khotbah Jumat Masjid Namira

Table of Contents

 

Keutamaan Dzulqo'dah, Khotbah Jumat Masjid Namira
Ilustrasi: Ainul Yakin

Rontal.id - Khotbah Jumat kali ini (31 Mei 2024) di Masjid Namira mengangkat topik Keutamaan Dzulqodah. Khotib mengambil topik itu sesuai konteks di mana hari ini bulan Dzulqo'dah, tepatnya 23 Dzulqo'dah 1445.

Saat Khotib mulai membuka salam, memulai beberapa ceramah, aku masih belum sampai masjid. Sehingga ada bagian yang sudah tentu tidak aku tuliskan di sini. 

Keutamaan Dzulqodah

Saat ini, kita tengah berada dalam salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah. Demikian kata Khotib Jumat - penggalan yang aku tangkap saat mulai membuka notepad di gawai. Bulan Dzulqodah ini merupakan bulan yang dimuliakan. Mengapa demikian?

Khotib pun merinci empat alasan.

Pertama, bulan Dzulqo'dah merupakan salah satu 

permulaan dari 4 bulan yg dimuliakan Allah. Disebut juga sebagai empat bulan haram. Keempat bulan yang dimuliakan itu antara lain: Dzulqo'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Khotib juga sempat menyebutkan bahwa di masa lalu orang Arab tidak melakukan peperangan di bulan Dzulqo'dah.

Kedua, bulan Dzulqo'dah itu merupakan salah satu dari tiga bulan haji. Adapun bulan haji itu meliputi Syawal, Dzulqo'dah, dan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. 

Ditegaskan oleh sang khotib bahwa tidak sah apabila melaksanakan haji di luar tiga bulan yang disebutkan di atas. Dia pun mengutip salah satu QS. Al-Baqarah ayat 197: "haji adalah beberapa bulan yang dimakluni.."

Ketiga, Rasulullah tidak pernah melakukan umroh kecuali di bulan Dzulqo'dah. Khotib pun menyitir salah satu hadits soal itu. (Sejatinya pada bagian ini, saya keteteran. Tapi saya pun menelusuri sumber lain. Rupanya adalah hadits yang sahabat Anas bin Malik R.A. (H.R. al-Bukhori 1780 dan Muslim 1253): "bahwa Rasulullah SAW. melaksanakan umroh 4 kali, semuanya di bulan Dzulqo'dah.." (dan seterusnya baca sendiri).

Keempat, Dzulqo'dah adalah 30 malam yg khusus disebutkan oleh Allah di Al-Qur'an dan 10 malam pertama Dzulhijjah. Khotib mengutip QS. al-A'raf 142.

Dzulqo'dah dan Amalan-amalan 

Di bagian berikutnya, Khotib juga menyebutkan bahwa hendaknya memperbanyak amalan-amalan di bulan Dzulqo'dah. Perbanyak amalan kebajikan, sedekah, sholat sunnah, tadabbur Quran, dan amalan kebajikan lainnya.

Peristiwa Penting di Bulam Dzulqo'dah

Terakhir, khotib menyebutkan beberapa peristiwa penting di bulan Dzulqo'dah ini. Di antaranya, perjanjian Hudaibiyah - salah satu perjanjian penting bagi umat Islam, perjalanan Rasulullah menuju Haji Wada' (haji perpisahan) terjadi pada 25 Dzulqo'dah 10 Hijriah, dan meninggalnya ulama besar, seorang ahli ilmu kalam, yakni Imam Abu Bakar al Baqilani. (BY)

Rontal
Rontal Rontal.id adalah media online yang memuat konten seputar politik, sosial, sastra, budaya dan pendidikan.

Post a Comment