Santri Gen-Z & Transformasi Digital di Pesantren

Table of Contents

 

Santri Gen-Z & Transformasi Digital di Pesantren
Ilustrasi: Ainul Yakin

Santri Gen-Z & Transformasi Digital di Pesantren merupakan penelitian Abdul Halim yang menyoroti peran santri gen Z di era transformasi digital. Adapun yang dimuat di Rontal.id ini adalah versi lebih pendek.

Pendahuluan

Transformasi digital merupakan suatu keharusan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Pesantren, yang telah lama berfungsi sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai Islam, tidak terkecuali dalam menghadapi perubahan ini. Perubahan yang dipicu oleh digitalisasi ini tentu saja menjadi perhatian serius. Sebab generasi kini tidak bisa lepas dari kehadiran teknologi canggih era sekarang.

Sebutkan salah satunya adalah apa yang kita kenal sebagai generasi Z. Generasi Z dirujukkan kepada mereka – anak-anak muda – yang lahir antara tahun 1997 dan 2012. Generasi ini dikenal sebagai yang sangat terampil menggunakan (dan sangat intens juga berinteraksi dengan) teknologi digital.

Tulisan ini merupakan versi ringkas dari penelitian saya dalam upaya menggali persoalan kekinian terkait bagaimana santri Gen Z mengambil peran dalam transformasi digital di pesantren.

Transformasi Digital, Gen Z dan Pesantren

Sebelum masuk perkara pokok dari tulisan ini, setidaknya ketiga kata kunci transformasi digital, generasi Z dan pesantren perlu diberi tempat untuk diulas. Ketiga konsep ini menjadi kerangka teoritik dari tulisan ini.

Pertama, transformasi digital di sini mengacu pada perubahan yang berhubungan dengan penerapan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan manusia. Ini mencakup penggunaan perangkat lunak, hardware, dan jaringan digital untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

Nyaris di semua tempat – termasuk tempat di mana pendidikan diselenggarakan, teknologi digital menjadi salah satu pilihan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pendidikan. Mulai dari perkara kehadiran guru, metode pengajaran, dan lain-lain.

Kedua, generasi Z, dikenal juga dengan sebutan digital natives, yaitu mereka yang sejak lahir sudah terbiasa dengan teknologi digital. Karakteristik utama mereka adalah kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi, serta kecenderungan untuk mencari informasi secara mandiri melalui internet.

Ketiga, pesantren. Seperti kita tahu, konsep ini mengacu pada lembaga pendidikan Islam yang menyediakan pendidikan agama dan umum. Pesantren memiliki struktur dan kurikulum yang khas, dengan fokus pada pembentukan karakter dan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam.

Metode Penelitian

Sebagai sebuah riset ilmiah, tulisan ini berpijak pada suatu kerangka metodologis tertentu dalam menggali persoalan ini. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengambilan datanya dilakukan melalui metode wawancara secara mendalam (indepth interview) dan disertai dengan observasi partisipatif atau partisipatoris.

Adapun pihak yang menjadi informan adalah santri, pengajar, dan pengurus pesantren di beberapa pesantren di Indonesia. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama.

Pola Adaptasi Santri Gen Z

Penelitian ini mengungkapkan beberapa hal penting sebagai satu temuan. Pertama, adanya pola adaptasi santri gen Z. Artikel ini mengungkap sebuah temuan bahwa santri generasi Z yang ada di pesantren menunjukkan kemampuan adaptif yang tinggi terhadap teknologi digital. Kehadiran perangkat mobile dan internet dipergunakan sebaik mungkin untuk beberapa hal yang bermanfaat. Di antaranya untuk mencari referensi tambahan, mengikuti pembelajaran secara online/daring, berkomunikasi, dan kegiatan bermanfaat lainnya.

Meskipun begitu, artikel ini juga menyisakan temuan yang mengharuskan ada upaya yang lebih baik ke depan. Di antaranya adalah kendala akses internet. Di beberapa pesantren, terutama yang agak pedalaman, problem akses atas internet masih menjadi salah satu isu atau persoalan yang mesti dibenahi. Dalam hal ini, pemerataan infrastruktur ke daerah-daerah dan pesantren perlu menjadi perhatian bersama.

Kurang akses internet juga memunculkan persoalan lain. Di antaranya bahwa masih banyak santri – terutama santri gen Z – yang belum mampu secara maksimal di dalam keterampilan menggunakan internet. Tantangan yang terakhir ini tentu bisa dibenahi dengan kesadaran pendidikan pesantren untuk mendorong pembelajaran yang terus-menerus dalam penggunaan teknologi digital, dan lebih membudayakannya.

Tantangan Transformasi Digital

Temuan kedua, mengacu pada sejumlah tantangan dari keberadaan transformasi digital di pesantren. Jika diuraikan secara detail, setidaknya inilah uraian permasalahannya yang ditemui di berbagai pesantren.

Pertama, tidak semua pesantren memiliki infrastruktur teknologi yang memadai, seperti akses internet cepat dan perangkat digital. 

Kedua, kemampuan pengajar dalam menggunakan teknologi digital masih bervariasi. Sehingga dalam hal ini, diperlukan pelatihan khusus untuk meningkatkan kompetensi digital. Terakhir, konten pembelajaran digital yang sesuai dengan kurikulum pesantren masih terbatas. Perlu pengembangan materi yang relevan dan berbasis nilai-nilai Islam.

Strategi Implementasi

Tantangan-tantangan di atas perlu dijawab dengan beberapa implementasi strategis. Pertama, pengembangan dan pemerataan infrastruktur. Pesantren harus mulai mengarah ke depan dengan berinvestasi pada infrastruktur teknologi di pesantren untuk memastikan akses yang memadai.

Kedua, selain berinvestasi pada pengembangan infrastruktur internet, pesantren juga memiliki PR besar untuk memperkuat dan memperbanyak SDM yang adaptif dengan pesantren, mampu mengeoperasionalisasikan berbagai infrastruktur internet. Dalam praktiknya, bisa dilakukan pelatihan berkelanjutan untuk guru dan staf pesantren dalam penggunaan teknologi digital.

Terakhir, pesantren harus mengembangkan suatu strategi terbuka dan kolaboratif dengan berbagai penyedia teknologi. Tujuannya agar tersedia perangkat dan software yang mendukung pembelajaran di pesantren.

Kesimpulan

Santri Gen Z memiliki potensi besar untuk mendukung transformasi digital di pesantren. Meskipun ada berbagai tantangan, dengan strategi yang tepat, pesantren dapat mengintegrasikan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan santri menghadapi era digital.

Daftar Bacaan Pendukung

Asari, H. (2021). Transformasi Digital dalam Pendidikan Islam: Peluang dan Tantangan. Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 123-140.

Cilliers, E. J. (2017). The Challenge of Teaching Generation Z. International Journal of Social Sciences, 3(2), 188-198.

Prensky, M. (2001). Digital Natives, Digital Immigrants. On the Horizon, 9(5), 1-6.

Yusuf, M., & Sahri, M. (2020). Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran di Pesantren: Studi Kasus di Pesantren Modern. Jurnal Teknologi Pendidikan, 12(1), 45-59.

Nasir, M., & Harun, H. (2019). Penerapan Teknologi Informasi di Pesantren Tradisional. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 23-37

Rontal
Rontal Rontal.id adalah media online yang memuat konten seputar politik, sosial, sastra, budaya dan pendidikan.

Post a Comment