Kompeni, Anak Muda dan Juara

Table of Contents

 

Kompeni, Anak Muda dan Juara
Ilustrasi: Ainul Yakin

Kompeni, Anak Muda dan Juara adalah ulasan tentang klub voli yang berbasis di tiga kampung dengan talenta-talenta muda dan semangat yang tengah tinggi-tingginya.

Rontal.id - Lapangan Keramat Sakti Desa Batu Kerbuy bergemuruh. Tepat hari ini 7 Juni 2024, klub Kompeni kembali mengukir cerita bahagia. Mereka berhasil menuntaskan misi kemenangan di final Ivopas IX Keramat Sakti Cup dengan mengandaskan perlawanan Kertajaya lewat skor 3-0.

Dengan kemenangan ini, Kompeni telah meraih lima kali kemenangan di seluruh kompetisi bola voli di kecamatan maupun kabupaten.

Kemenangan pertama Kompeni diraih pada 2018 di ajang Ivopas Semegal Cup di Desa Batu Kerbuy. Di final itu, Kompeni berhasil mengakhiri perlawanan Dempo City dengan skor 3-2.

Sedangkan kemenangan kedua, ketiga dan keempat diraih pada tahun 2023. Yakni Juara 1 di ajang Pelita Husada Cup 2023 di Desa Tlonto Raja dengan mengalahkan Garuda Emas Pakong dengan skor 3-2; juara 1 di Koni Cup 2023 (Desa Batu Kerbuy) dengan mengandaskan Denpas Waru 3-2; dan juara 1 bersama klub Remuba di kompetisi Fajar Laut Cup 2023.

Sedangkan pada 2024, kemenangan di Ivopas IX Keramat Sakti Cup ini melengkapi kemenangan kelima di semua kompetisi.

Di luar itu, terutama dari 2018 hingga 2022, Kompeni gagal menembus juara satu. Namun klub dari Janten, Bancek dan Jurang Dalam berhasil menyabet juara tiga di Ababil Cup (2018), juara 3 bersama Dasawarsa Cup Waru (2020), juara 2 Bupati Cup 1 (2022), dan juara 4 di kompetisi di Dempo Timur.

Kompeni Tak Sekedar Klub Voli

Jika dilihat pada lahirnya, Klub bola voli persatuan tiga kampung - Janten, Bancek dan Jurang Dalam – dapat dibaca berpijak pada semangat bahwa anak muda dan olahraga adalah sebuah kombinasi yang baik. Paling tidak, olahraga diyakini bisa jadi ajang yang menghibur sekaligus membawa dampak positif pada anak-anak muda.

Pertama, sudah jelas kehadiran olahraga bagi anak muda bisa menjadi ajang penyaluran potensi dan sekaligus hiburan bagi mereka. Potensi anak-anak muda tercurahkan di sana dan menjadi hiburan bagi mereka maupun warga sekitar. Dalam batas-batas tertentu, olahraga bisa menjadi ajang ‘pengembira’ di selat penatnya keseharian, euforia kebanggaan akan tim dan kampung, dan kemenangan.

Kedua, olahraga juga membawa dampak positif kepada anak-anak muda. Dengan olahraga, setidaknya mereka terpicu untuk sedikit mengapresiasi kebugaran tubuh dan kesehatan melalui olahraga. Lebih dari itu juga menghindarkan dari kegiatan-kegiatan negatif. Apalagi saat itu, dalam radius tertentu, di lingkungan Kompeni, tak sedikit anak-anak muda terjatuh pada kasus-kasus penggunaan sabu, dan lain-lain.

Sehingga kehadiran Kompeni pada saat itu, sedikit banyak membawa berkah bagi mereka. Setidaknya, Kompeni menjadi perekat anak muda untuk mencintai (dan menyibukkan diri dengan) olahraga.

Kompeni, Sebuah Nama

Pada mulanya, Kompeni adalah nama untuk paguyuban touring anak muda di kampung. Namun seiring waktu, dengan adanya geliat menghidupkan klub voli, nama Kompeni itu pun tetap dipergunakan. Kompeni adalah singkatan dari Komunitas Pencinta Negeri.  

Kompeni diresmikan pada 1 April 2017 oleh Kapolres Pamekasan AKBP Nuwo Hadi Nugroho di lapangan Kompeni, Dusun Jurang Dalam, Desa Dempo Barat. Siapa saja nama atau pihak-pihak yang ikut terlibat dalam melahirkan Kompeni di masa awal dan dari nama ide tersebut muncul, ini masih perlu terus digali informasinya.

Penulis juga masih belum menggali mengenai dokumen resmi terkait struktur kepengurusan dari Kompeni. Namun untuk saat ini, ada ‘gurauan’ tak terbantahkan di internal komunitas bola voli ini bahwa pemimpin agung yang sangat dihormati (lord of the lord) tak lain adalah Kak Seppo – nama julukan untuk Hafiluddin. 

Klub-klub Pendahulu Kompeni

Kompeni – sebagai klub bola voli – sejatinya bukan pertama kali di kewilayahan tiga kampung (Janten, Bancek dan Jurang Dalam) ini. Sebelumnya, ketiga kampung ini memiliki klub masing-masing. Jurang Dalam memiliki klub bola voli sendiri. Di Jurang Dalam bagian timur, sempat ada klub voli bernama Samurai. Sedangkan di Jurang Dalam bagian barat, ada Global.

Di kampung Janten dan Bancek, mula-mula muncul klub voli bernama Ajiban (Arek-arek Janten Bancek). Belum jelas bagaimana prosesnya, Ajiban berganti ke Victor Agung.  

Ada rentang waktu dari bubarnya Victor Agung, lalu muncullah klub voli Kompeni. Ketimbang klub-klub pendahulunya, Kompeni jauh lebih baik dari segi capaian prestasinya. Nama Kompeni jauh lebih dikenal di seantero kecamatan atau kabupaten. Menariknya, Kompeni menandai menyatunya talenta-talenta muda yang berasal dari tiga kampung (trio Janten, Bancek dan Jurang Dalam).

Kombinasi Talenta Muda Kompeni

Skuad Kompeni hari ini diisi oleh talenta-talenta muda. Rata-rata yang memperkuat Kompeni saat ini lahir pada tahun 2000-an. Ini yang sedikit membedakan dengan klub-klub voli pendahulunya. Meskipun talenta muda, kenyataannya mereka memiliki mentalitas juara.

Tentu saja selain berterima kasih pada hadirnya talenta-talenta muda lokal atau akamsi (anak kampung sendiri), dua nama juga layak untuk disematkan sebagai pahlawan perjalanan kemenangan demi kemenangan Kompeni sejauh ini. Keduanya adalah Roy Martin dan Ubay Bani. Keduanya adalah pemain pinjaman yang sudah berkali-kali memperkuat Kompeni.

Roy dan Ubay – demikian panggilan keduanya – seakan bukan status pemain pinjaman, lantaran chemistry-nya dengan pemain lokal sudah terjalin sedemikian apik. Di lapangan, kombinasi talenta lokal dan pinjaman ini menjelma sebagai duet maut yang mematikan. Mereka begitu kompak dan seakan tidak terlalu menggantungkan pada satu-dua pemain, melainkan kekompakan tim. Tentu masih ingat bagaimana mereka - kombinasi lokal dan pemain pinjaman - mampu mengalahkan tim yang diperkuat Rivan, pemain pinjaman yang malang melintang di kompetisi nasional dan internasional. Wow!

Di luar lapangan, Roy dan Ubay nampak seperti anak kampung sini (akamsi) di Kompeni. Mereka bersahabat akrab, bergaul dan sering kali bersama-sama bareng dengan anak-anak Kompeni dan warga sekitar Kompeni.

Melihat kondisi ini, nampaknya Roy dan Ubay akan terus menjadi sosok penting yang akan dipinjam untuk memperkuat Kompeni. 

Adapun pemain-pemain muda lokal yang sering tampil memperkuat Kompeni di antaranya Fayad (middle blocker), Hari (setter), Rifki (middle blocker), Yunus (middle blocker), Lailurrahman (opposite hitter), Jawahir (libero), Saiful Bahri (libero), Risal (opposite hitter), dan Ali Mufi (setter).

Catatan dari Reporter Rontal:

Ada kemungkinan akan ada serangkaian tulisan lanjutan terkait Kompeni mengingat masih banyak informasi lanjutan yang belum terungkapkan di sini.


Rontal
Rontal Rontal.id adalah media online yang memuat konten seputar politik, sosial, sastra, budaya dan pendidikan.

4 comments

Kompeni adalah komunitas pemberani
Comment Author Avatar
6/08/2024 Delete
Terima kasih koreksinya
Mantap Kompeni. Ga ada obat.
Comment Author Avatar
6/08/2024 Delete
Hahaha, siap senior